Obrolan tongkrongan saat senggang mampu mendeskripsikan awal terbentuknya rockdikal, yang menjadi menariknya obrolan saat itu, adalah  keresahan tentang perkembangan musik di kota ende yang menurut kami berdiam dan berputar di tempat saja, tidak ada proses kreativitas yang jelas dimulai dari pergerakan, cita-cita dan goal yang ingin dicapai.

Hal yang paling membuat kesal dari seorang pelaku seni adalah ketika mempunyai ide, sekalipun terdengar liar, tidak ada wadah yang menampung,  tidak ada pergerakan kolektif dari teman-teman untuk mensupport, bahkan tak sedikit dari teman-teman yang menganggap ini hanyalah kesenangan-kesenangan yang tak ada hasilnya. Sebagai bukti silahkan saja mencari dukumen tentang musik ende di internet, anda akan kesusahan mencari kata kuncinya, bisa saja dikarenakan tidak ada media-media Mainstream yang memberitakan karya-karya musik dari kita muda mudi  daerah ende.

Rockdikal menjadi alasan kenapa akhirnya keresahan-keresahan semacam itu mulai diperhatikan, rockdikal menjadi tempat bermain tanpa batas tanpa sekat bagi siapa saja untuk menyalurkan ide-ide liar sekalipun, Skena ini sudah mulai terlihat bentukannya ketika event pertama ROCKDIKAL#1 KONTRAXI OTAK KIRI dimana yang dipamerin tidak Cuma band-band  rock berantah  tapi juga  art work-art work semacam Monster Art (MR. KNOCKOUT), lukisan-lukisan abstrak, collage art, zine dan poster-poster. Menurut kami ada loyalitas teman-teman di dalamnya yang membuat mereka percaya diri atas apa yang mereka bikin, soal karyanya bagus apa tidak itu kembali pada selera masing-masing yang penting percaya diri dulu dalam berkarya, harus juga melakukannya dengan rasa senang, kalo tidak ya ngapain?

Tentunya membangun sebuah pergerakan tidak semudah bacotan-bacotan kami di tongkrongan, menciptakan tempat bermain yang menghasilkan (ekonomi) bagi teman-teman  berkreasi, butuh supporting sistem yang sehat, itu yang tidak bisa dibantah. Walaupun motif awalnya bukan ekonomi tapi itu sah-sah saja. Ngomongi supporting sistem jadi ingat keingat ERK bahwa pasar bisa diciptakan,cipta bisa dipasarkan. jadi tak masalah menjadi pencipta menjadi penjual asal kemurnian berkarya tetap diutamakan. Kita juga sangat terbuka untuk bekerjasam dengan pihak manapun demi menghidupkan ekosistem baru ini, namun tidak akan menerima intervensi apapun. pokoknya seniman harus mandiri.

Kenapa sidestream (musik pinggiran) bisa berkembang di era sekarang? jelas selera orang beragam dan selera beragam inilah yang mesti ditonjolkan karakter kita, selera orang kebanyakan bukan lagi nyari yang kuantitatif bahkan cenderung membosankan jika terlalu pasaran, makanya menjadi pembeda adalah jawaban, seunik-uniknya selera musik dengan kreativitas dan kegigihan pasti ada yang mau melirik. Dan menurut kami ruang-ruang itulah yang harus diperbanyak. Rockdikal akan terus membawa motivasi itu, akan terus menciptakan panggung-panggung pinggiran, gig-gig kecil dengan band-band berantah seperti  AUDIO STREET, RUSUH12 dengan artwork-artwork aneh yang mengutamakan eksperimental. Jadi ini merupakan tahap-tahap awal menuju panggung yang lebih besar.